RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 
Tampilkan postingan dengan label Azab Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Azab Allah. Tampilkan semua postingan

TAKUT KEPADA ALLAH

Posted By Taufik Hidayat On 09.32 0 komentar
Salah satu sikap yang harus kita miliki adalah rasa takut kepada Allah Swt. Takut kepada Allah adalah takut kepada murka, siksa dan azab-Nya. Ada banyak ayat yang membicarakan tentang takut kepada Allah dan perintah Allah kepada kita untuk memilih sifat tersebut, satu diataranya ayat itu adalah firman Allah yang artinya: Orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tidak merasa takut kepada seseorangpun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan (QS. 33:39). Ini berarti takut kepada selain Allah tidaklah bisa dibenarkan. Dengan memiliki rasa takut kepada Allah, kita akan memperoleh keberuntungan yang besar, diantara dalilnya adalah firman Allah yang artinya: Dan Barangsiapa yang takut kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan (QS. 24:52).

Adanya rasa takut kepada Allah Swt, membuat kita tidak berani melanggar segala ketentuan-Nya. Yang diperintah kita kerjakan dan yang dilarang kita tinggalkan. Sementara kalau seseorang telah melakukan kesalahan dan ada jenis hukuman dalam keselahan itu, maka orang yang takut kepada Allah tidak perlu ditangkap dan diperiksa, tapi dia akan membeberkan sendiri kesalahannya itu lalu minta dihukum didunia ini sebab dia merasa lebih baik dihukum di dunia daripada di akhirat nanti yang lebih dahsyat. Takut kepada Allah memang membuat seseorang akan memperbanyak amal sholehnya dalam hidup di dunia ini, Allah berfirman yang artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (dihari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan (QS. 76:8-10).

Kiat Menumbuhnkan Rasa Takut

Karena rasa takut kepada Allah Swt merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita di dunia ini, maka setiap kita harus menumbuhkannya ke dalam diri kita masing-masing. Untuk itu di dalam Islam, ada petunjuk atau kiat yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkannya.

Mengkaji Ayat dan Hadits Tentang Murka Allah.

Ada banyak ayat dan hadits yang menjelaskan tentang murka Allah Swt, baik yang ditimpahkan-Nya di dunia maupun di akhirat kelak kepada siapa saja yang tidak taat kepada-Nya. Allah berfirman tentang kemurkaan-Nya di dunia yang artinya: Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena mereka adalah kaum yang fasik. Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). (QS. 43:54-55).

Adapun murka Allah dalam kehidupan akhirat difirmankan yang artinya: Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima maka bantahan mereka itu sia-sia, disisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras. (QS. 42:16).

Disamping Al-Al-Qur'an, hadits-hadits juga menerangkan adanya azab, murka atau siksa Allah kepada orang-orang yang tidak takut kepada-Nya, misalnya hadits nabi yang berbunyi: Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka mereka sudah enghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah (HR. Thabrani dan Hakim).

2.Mengetahui akibat orang yang tidak takut kepada Allah.

Untuk menumbuhkan rasa takut kepada Allah Swt, kita juga perlu melakukannya dengan cara mempelajari kehidupan orang-orang yang mengalami akibat dari tidak ada rasa takutnya kepada Allah Swt dalam kehidupan ini sehingga mereka melanggar ketentuan-ketentuan-Nya. Diantara contoh yang bisa kita sebutkan adalah umat Nabi Nuh yang karena mereka tidak aat, akibatnya mereka dibinasakan dengan banjir yang besar, Allah berfirman yang artinya: Disebabkan keslahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke dalam neraka, maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah (QS. 71:25).

Begitu juga dengan Qorun yang ditenggelamkan ke dalam bumi berikut harta yang dimilikinya yang menyebabkan manusia, Allah berfirman yang artinya: Maka Kami benamkan Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela dirinya (QS. 77:81).

Lebih tegas dapat kita simpulkan bahwa siapapun yang tidak takut kepada Allah sehingga dengan berani melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, cepat atau lambat akan mengalami akibat sebagaimana terlah terjadi pada generasi terdahulu seperti yang diceritakan oleh Al-Qur'an, ayat yang menegaskan soal ini difirmankan Allah yang artinya: Maka asing-masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantaramereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan diatara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (QS. 29:40).

3.Memahami siksa Akhirat yang tak terbayangkan

Rasa takut juga bisa tumbuh dalam jiwa manakala kita menyadari betapa siksa dan azab Allah di akhirat tidak dapat kita bayangkan dahsyatnya sebagaimana kita juga tidak bisa membayangkan nikmatnya Syurga, dalam salah satu hadits Qudsi Allah berfirman yang disabdakan oleh Rasulullah Saw yang artinya: Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholeh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia (HR. Bukhari Muslim). Ini berarti, azab dan siksa Allah dalam kehidupan akhirat merupakan sesuatu yang sangat dahsyat dan tidak bisa dibayangkan sedikitpun, begitu juga sebenarnya kenikmatan yang diberikan Allah kepada penghuni Syurga.

Salah satu gambaran yang dikemukan Rasullah SAW dalam hadits tentang betapa dasyatnya siksa neraka adalah perbandingan panasnya api dunia dengan api di akhorat, beliau bersabda: Apimu yang kamu semua menyalakannya di dunia ini adalah satu baguan dari tujuhb puluh bagian dari panasnya neraka jahannam. Para sahabat berkata: “demi Allah, api dunia ini saja sudah amat panas ya Rasulullah”. Beliau lalu bersabda: “Memang, api neraka itu masih lebih panas lagi dengan enam puluh sembilan kali bagian panasnya, setiap bagian sama suhu panasnya dengan api di dunia ini (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

Disisi lain, masalah siksa neraka yang tak terbayangkan dahsyatnya adalah dari segi waktu yang berabad-abad lamanya, bahkan kekal mereka di dalamnya, Allah berfiman: Sesungguhnya neraka jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan dan (tidak pula) mendapat minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan segala sesuatu telah kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab. (QS. 78:21-30).

Denagn demikian, takut kepada Allah Swt memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan kita di dunia ini, karena itu setiap kita harus menanamkannya ke dalam jiwa yang harus teraplikasi dalam kedisiplinan hidup yang Islami agar akibat buruknya tidak terjadi pada diri kita masing-masing sebagaimana yang sudah terjadi pada generasi terdahulu seperti yang dikisahkan oleh Allah Swt di dalam Al-Qur'an.

Tips Qur’ani Menghindari Musibah

Posted By Taufik Hidayat On 09.28 0 komentar
Allah Ta’ala berfirman “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar” (QS. Ar-ruum: 41).

Dalam ayat ini Allah ingin menyadarkan manusia bahwa kerusakan yang terjadi baik di daratan atau di lautan yang dampak negatifnya dirasakan oleh manusia disebabkan oleh ulah dan tingkah mereka yang tidak mengindahkan jalan yang benar (aturan-aturan) Sang Khaliq yang telah memberi mandat khilafah kepada mereka di muka bumi ini.

Oleh karenanya, prioritas kesadaran yang harus dibangun oleh setiap penduduk bumi ini adalah bahwa yang memiliki hak prerogatif membuat aturan main (resep) untuk mengelola bumi ini adalah Pencipta bumi itu sendiri, Dia adalah Allah Robbul ’aalamin. Dialah yang paling tahu karakter, sifat, kondisi dan kebutuhan ciptaan-Nya.

Paling tidak ada dua dampak serius ketika pengelolaan bumi sudah tidak lagi mengindahkan aturan pakai yang telah ditetapkan oleh Penciptanya. Pertama: Kerancuan dan kekacauan yang berdampak pada kerusakan disana-sini. Kedua : Murka dan Amarah Allah sebagai Pencipta sekaligus Pemberi amanah yang telah dikhianati oleh manusia (khalifah-Nya). Dan manusialah yang paling merasakan dampak tersebut diatas.

Aturan main yang dikehendaki oleh Allah adalah Al-Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As sunnah, satu-satunya ajaran yang diridhai oleh Allah sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia dalam mengemban amanah khilafah di muka bumi ini. Sebagaimana firman Nya “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali Imran: 19)

Hanya dengan kembali dan berpegang teguh kepada Al-Islam secara utuh dan menyeluruh, segala permasalahan hidup dan kehidupan akan mendapatkan bimbingan dan solusinya. Sebaliknya berpaling dari aturan Allah (Al-Islam) hanya akan menambah kesempitan dan kesulitan dalam hidup. Allah berfirman “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaha: 124).

Dan salah satu bentuk rahmat Al-Qur’an kepada orang-orang yang beriman adalah berupa nasihat-nasihat atau tips-tips agar terhindar dari musibah dan azab Allah. Sebagian dari tips-tips itu adalah :

Beriman Dan Bertaqwa
Allah Azza wa Jalla berfirman “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat- ayat Kami itu, maka Kami akan siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’raf: 96).

Pada penggal pertama ayat ini jelas sekali Allah berjanji akan melimpahkan keberkahan kepada penduduk negeri yang mau beriman dan bertaqwa, tentunya iman dan taqwa yang dikehendaki oleh Allah adalah iman dan taqwa yang sungguh-sungguh, serius dan terus menerus sampai mati, sebagaimana firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS. Ali ‘Imran: 102).

Dan pada penggal kedua ayat di atas Allah mengancam orang-orang yang mendustakan ayat-ayat (aturan-aturan)-Nya dengan siksa.

Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa menjalani dan menata kehidupan di atas dasar keimanan dan ketundukan kepada syariat Allah akan mendatangkan keberkahan-keberkahan dari Allah, baik keberkahan dalam bentuk kemakmuran, keamanan dan kedamaian bagi setiap penduduk negeri. Akan tetapi jika penduduk negeri itu didominasi oleh orangorang yang tidak beriman kepada Allah dan mengabaikan, bahkan mendustai aturan-aturan-Nya, maka Allah pasti akan mendatangkan murka dan siksa-Nya baik dalam bentuk bencana, musibah atau yang lainnya. Na’uzubillaahi min dzalik.

Bersyukur
Allah Taala berfirman “Mengapa Allah menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nisaa`: 147).

Dari kedua ayat di atas bisa dipahami bahwa bersyukur kepada Allah dengan sebenar-benarnya kesyukuran, baik itu hati, lisan ataupun perbuatan akan melahirkan dua dampak positif sekaligus, yang pertama: Nikmat akan semakin bertambah, kedua: Akan terjauh dari azab dan murka Allah.

Hanya ada dua pilihan bagi kita, jika kita menginginkan tambahnya nikmat dan terjauh dari azab dan murka Allah, maka kita harus bisa menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa mengingat dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya Dan Allah berjanji akan memasukkan orang-orang yang senantiasa mengingat nikmat-nikmat-Nya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Sebagaimana firman-Nya “Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al-A’raf:69)

Sebaliknya jika kita ‘menginginkan’ siksa dan murka Allah, maka tinggalkan atau abaikanlah perintah syukur, ingkarilah nikmat-nikmat Allah dan gunakanlah nikmat-nikmat itu sekehendak nafsu dan syahwat, niscaya Allah akan mengangkat nikmat-nikmat itu dan menggantinya dengan azab dan murka-Nya. Allah berfirman “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan dengan sebuah negeri yang dahulunya aman dan tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tapi penduduknya mengingkari nikmatnikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An-Nahl: 112}.

Beristighfar
Allah Azza wa Jalla berfirman “Dan Allah sekali-sekali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah pula Allah akan mengazab mereka, sedang mereka beristighfar (meminta ampun)” (QS. Al-Anfal: 33).

Ayat ini mengisyaratkan tentang dua hal yang bisa ‘menangkal’ azab Allah Ta’ala. Pertama: keberadaan Rasulullah saw. Kedua: beristighfar atau minta ampun. Keberadaan Rasulullah saw. telah berlalu masanya. Sementara yang bisa dilakukan oleh mereka yang hidup pada masa paska kenabian, agar terjauh dari azab Allah adalah melestarikan sunnah-sunnah beliau, yang salah satunya adalah senantiasa melakukan istighfar atau bertaubat kepada Allah. Sebagaimana sabda Beliau; “Wahai manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan minta ampunlah (beristighfar) kepada-Nya, karena sesungguhnya aku sendiri biasa bertaubat (dengan membaca istighfar) dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim). Dari hadits ini jelaslah bahwa Rasulullah menjadikan istighfar sebagai wirid, amalan yang biasa dilakukan secara rutin setiap hari.

Istighfar adalah salah satu jalan untuk kembali kepada Allah, dengan istighfar kita akan mendapatkan keuntungan ganda baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia Allah akan menjauhkan kita dari azab-Nya, memudahkan urusan kita dan melapangkan rizki kita. Sementara di akhirat Allah akan mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita dalam naungan rahmat-Nya. Allah berfirman “Hendaklah kamu meminta ampun (beristighfar) kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS. An-Naml: 46).

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah akan menghilangkan darinya segala kesusahan, menghilangkan darinya segala kesempitan, dan akan mendatangkan rezki dari sumber yang tidak terduga” (HR. Abu Daud).

Berbuat Baik
Allah Taala berfirman, “Dan Tuhanmu sekalikali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat baik” (QS. Huud: 117).

Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang sama sekali tidak akan membinasakan suatu negeri, sementara nilai-nilai kebaikan masih eksis dan dominan di dalam negeri tersebut. Eksisnya nilai-nilai kebaikan sangat ditentukan oleh sejauh mana usaha yang dilakukan oleh penduduk negeri dalam beramal shalih, baik dalam dimensi fisik, ruhani maupun intelektual.

Jika amal shalih (perbuatan baik) telah benarbenar menjadi kebiasaan dan mendominasi seluruh sisi kehidupan kita, Allah pasti akan memberikan kepada kita kehidupan yang baik dan balasan pahala berlipat ganda di sisi-Nya. Sebagaimana Firman-Nya “Barang siapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl: 97)

Begitu juga sebaliknya, segala bentuk perusakan dan eksploitasi alam yang tidak mengindahkan nilai-nilai keimanan dan keislaman hanya akan mendatangkan azab dan murka dari Allah Azza wa Jalla. Sebagaimana firman-Nya “Orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan” (QS. An-Nahl: 88).

Tidak Berbuat Zhalim
Allah Taala berfirman, “…Dan tidak pernah pula Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezhaliman” (QS. Al-Qashas: 59).

Tidak diragukan lagi, bahwa salah satu sebab datangnya azab dan murka Allah adalah perbuatan zhalim yang dilakukan oleh penduduk bumi ini. Dengan demikian ketika kita ingin terjauh dari siksa dan murka Allah, kita harus menjauhkan diri kita dari segala macam bentuk kezhaliman, baik kezhaliman terhadap Allah, diri sendiri ataupun kezhaliman terhadap orang lain.

Kezhaliman yang paling berbahaya dan paling besar dosanya adalah syirik (menyekutukan) Allah dalam segala bentuknya. Dengan berbuat syirik berarti telah menyamakan kedudukan Khaliq (Pencipta) dengan makhluk-Nya, ini adalah sebuah kezhaliman yang besar dan nyata. Allah berfirman “Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman (dosa) yang paling besar” (QS. Luqman: 13).

Selanjutnya tingkatan kezhaliman di bawah syirik adalah maksiat dan berbagai macam dosa, baik yang kecil maupun besar. Baik yang terkait hubungan dengan Allah ataupun dengan sesama makhluk. Semua jenis kezhaliman ini akan menyeret manusia ke dalam kegelapan, siksa dan kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan pada hari kiamat” (HR. Bukhori dan Muslim).

Hanya satu jalan untuk menuju bahagia, bersama kita hancurkan segala macam kezhaliman dan kita tegakkan keadilan dalam seluruh sisi kehidupan. Allah berfirman “…Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa” (QS. Al-Maidah: 8).

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Aamiin.

Membedakan antara ujian dan azab

Posted By Taufik Hidayat On 09.26 0 komentar
Musibah atau bencana yang menimpa orang yang beriman yang tidak lalai dari keimanannya, sifatnya adalah ujian dan cobaan. Allah ingin melihat bukti keimanan dan kesabaran kita. Jika kita bisa menyikapi dengan benar, dan mengembalikan semuanya kepada Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan dan rahmat sesudah musibah atau bencana tersebut.

Sebaliknya bagi orang-orang yang bergelimang dosa dan kemaksiatan, bencana atau musibah yang menimpa, itu adalah siksa atau azab dari Allah atas dosa-dosa mereka. Apabila ada orang yang hidupnya bergelimang kejahatan dan kemaksiatan, tetapi lolos dari bencana/musibah, maka Allah sedang menyiapkan bencana yang lebih dahsyat untuknya, atau bisa jadi ini merupakan siksa atau azab yang ditangguhkan, yang kelak di akhirat-lah balasan atas segala dosa dan kejahatan serta maksiat yang dilakukannya.

Sebenarnya yang terpenting bukan musibahnya, tetapi apa alasan Allah menimpakan musibah itu kepada kita. Untuk di ingat, jika musibah itu terjadi, disebabkan dosa-dosa kita, maka segera-lah bertobat kepada Allah. Kalau musibah yang terjadi karena ujian keimanan kita, maka kuatkan iman dan berpegang teguhlah kepada Allah.

Siapa saja berbuat kebaikan, maka manfaatnya akan kembali kepadanya. Sedangkan siapa saja berbuat kejahatan, maka bencananya juga akan kembali kepada dirinya sendiri. Bisa dibalas didunia atau di akhirat.

Perhatikan firman allah SWT berikut ini : ”Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab”. (QS. Al Mukmin [40] : 40).

Perhatikan juga dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. An Nissa [4] : 79)
Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah” adalah dari karunia dan kasih sayang Allah SWT. Sedangkan makna “dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Berarti dari dirimu sendiri dan dari perbuatanmu sendiri.

Berikut beberapa contoh :

1. Musibah bisa jadi sebagai peringatan

Musibah ini diberikan kepada kaum mukmin yang merosot keimanannya. Peringatan ini karena kasih sayang Allah SWT. Misalnya seseorang yang berada dalam kesempitan rezki. Kemudian ia bermunajat di malam hari agar Allah memberikannya keluasan rezeki. Shalat tahajjud, shalat Dhuha, puasa sunah senin kamis dan perbaikan ibadah lainnya dengan semaksimal mungkin. Hingga Allah SWT memberikan jalan keluar. Bisnisnya berkembang, karyawan bertambah, kesibukan semakin meningkat. Tapi justru dikarenaka sibuknya satu persatu ibadah sunahnya mulai ia tinggalkan. Shalat-shalatnya pun semakin tidak khusyu�. Seharusnya bertambahnya nikmat, membuat ia bertambah syukur dan semakin dekat dengan Allah, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, nikmat bertambah malah membuatnya semakin jauh dari Allah.

Orang ini sebenarnya sedang mengundang datangnya musibah,atau azab Allah. Musibah yang datang kepadanya sebagai peringatan untuk meningkatkan kembali keimanannya yang merosot itu. Bisa saja terjadi tiba-tiba usahanya macet dan banyak mengalami kerugian. Akibatnya ia terlilit hutang. Dalam keadaan bangkrut tadi tidak ada yang mau menolongnya. Ketika itulah ia kembali kepada Allah untuk memohon pertolongan dengan cara memperbaiki ibadah-ibadahnya yang selama ini sudah tidak ia perhatikan lagi. Tercapailah tujuan musibah yaitu pemberi peringatan.
Musibah juga bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini: “Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Perhatikan dengan seksama firman Allah SWT berikut ini : “Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As Sajdah : 21)

Jadi sebenarnya, Allah SWT menurunkan musibah atau azab pada kita di dunia ini, sebagai peringatan bagi kita, untuk kembali pada kebenaran.

2 Musibah sebagai ujian keimanan

Musibah ini adalah tanda kecintaan Allah SWT pada seseorang hamba. Semakin tinggi derajat keimanan dan kekuatan agama seseorang justru ujian (musibah) yang menimpanya akan semakin berat. Perhatikan sabda Nabi SAW berikut ini : Dari Mush�ab bin Sa�d dari ayahnya. Ayahnya berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW," Manusia manakah yang paling berat ujiannya?" Rasulullah SAW menjawab," Para Nabi, kemudian disusul yang derajatnya seperti mereka, lalu yang di bawahnya lagi. Seseorang diuji sesuai keadaan agamanya. Jika agamanya itu kokoh maka diperberatlah ujiannya. Jika agamanya itu lemah maka ujiannya pun disesuaikan dengan agamanya. Senantiasa ujian menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi tanpa dosa sedikit pun." (HR. al-Ahmad, al-Tirmidzi dan Ibn Majah,berkata al-Tirmidzi: hadits hasan shahih)

Sedangkan bala atau cobaan maupun ujian juga telah disebutkan didalam Al Qur’an seperti tertulis dalam firman Allah SWT : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al Anbiya [21] : 35)

Cobaan atau ujian yang menimpa setiap orang dan ini bisa berupa keburukan atau kebaikan, kesenangan atau kesengsaraan, sebagaimana disebutkan pula didalam firman-Nya yang lain yaitu : “ Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) (QS. Al A’raf [7] : 168).

Sekarang coba tanyakan dengan jujur pada diri sendiri, bagaimana keimanan kita terhadap Allah SWT ? Apabila kita termasuk orang yang lalai, maka jawaban atas musibah yang menimpa, adalah sebagai azab dan peringatan atas kelalaian kita, agar kita sadar dari kelalain kita selama ini. Dan segeralah bertobat.

Dan kalau kita bukan hamba-Nya yang lalai, maka segala ujian yang terjadi menimpa kita, adalah sebagai suatu ujian, dimana dengan ujian itu, Allah telah menyiapkan tingkat keimanan yang lebih tinggi untuk kita. Seperti menjadikan kita hamba pilihan-Nya yang sabar. Dan pahala orang yang sabar sungguh tanpa batas. Seperti tertulis dalam firman-Nya : “…..Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az Zumar [39] : 10) Dengan kesabaran, akan bisa meraih ridha Allah, dan ridha Allah adalah segalanya.

Tentara Amerika Kehilangan 1/3 Otaknya Karena Ledakan di Iraq

Posted By Taufik Hidayat On 09.09 0 komentar

Sgt. Frank Sandoval dari Yuma, Ariz, bergabung dengan US Army setelah serangan 11 september 2001, pada 28 november 2005 saat tugas untuk kedua kalinya di Iraq sebuah bom yang ditanam ditepi jalan meledak hingga menghilangkan 1/3 bagian otaknya.

Kita doakan saja semoga semakin banyak tentara amerika yang di azab allah di Iraq dan Afghanistan.



Azab Allah Untuk Indonesia !

Posted By Taufik Hidayat On 09.04 0 komentar
Al-Quraan diturunkan sebagai berita gembira, peringatan, sejarah (cerita-cerita), hukum-hukum dan lain-lain. Jika kita berpegang teguh dengan Al-Qur’an maka keselamatan akan kita dapatkan.

Kondisi bangsa Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan: korupsi dimana-mana, hukum tidak lagi bisa menjadi pijakan, pemimpin banyak yang sulit dipercaya, bencana di mana-mana tiada hentinya, kelaparan merajalela, gelandangan dan pengemis memenuhi jalan raya… Persis gambaran di Al-Qur’an:

Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)”. (QS:6 – Al An’am ayat 65)

Telah jelas-jelas nyata, Azab Allah di bumi ini yang datang dari atas seperti hujan batu, debu, petir dan lain lain, terutama gunung meletus. Yang datang dari bawah seperti gempa bumi, BANJIR dan sebagainya. Allah s.w.t. mendatangkan tanda-tanda kebesaranNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti.

Apa salah kita? salah satunya:

Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor). (HR. Al-Baihaqi)

Semoga, kita sadar…. dan memikirkannya.

Azab Allah terhadap Ariel Sharon!!

Posted By Taufik Hidayat On 08.58 0 komentar

Subhanallah….
Pembalasan dari Allah SWT atas segala kekejaman nya, maka beringat2 kita sebagai hambaNya, jangan sekali2 melakukan kezaliman terhadap insan lain….!!!!

Tubuh Sharon Membusuk Sedangkan Ia Masih HidupSemoga Allah SWT menimpakan Azab Nya kepada seluruh Zionist Yahudi yang setuju terhadap pembantaian Umat Islam Palestin & Lebanon.

Tubuh Sharon Membusuk Sedangkan Ia Masih Hidup Written by Ummu RaihanahDiberitakan bahwa para doktor di Hospital Hadasa telah memasukkan Ariel Sharon (Mantan PM Israel) ke ruang operasi untuk dilakukan pembedahan.
Ia memiliki luka membusuk dan tidak sedarkan diri selama beberapa minggu. Operasi tersebut dilakukan untuk menyambung bagian-bagian ususnya yang telah membusuk dan telah menyebar ke bagian tubuh lain.

Demikianlah kita saksikan keadaan musuh islam yang gemar menumpahkan darah.Penyumbatan yang terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di sekujur tubuh.
Ini sebagai akibat penindasannya terhadap umat Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang beriman yang berlangsung terus menerus siang dan malam. Akhirnya ia menderita kelumpuhan di seluruh tubuhnya dan tidak bisa menggerakkannya walaupun hanya menggerakkan mata. Dialah yang memimpin para tentara untuk menyerang Sinai dan Lebanon .
ia juga yang menyembelih para tawanan Mesir. Saat ini ia tidak sedar sama sekali dan tidak mengetahui sekelilingnya.

Akhirnya Allah Subhanahu Wata’ala memperlihatkan kepada kita keadaan thaghut yang suka menumpahkan darah ini dengan ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala yang agung, yaitu membusuknya jasad sedangkan ia masih hidup.
Demikianlah, mereka (para doktor) akan mengamputasi anggota tubuhnya satu demi satu hingga terakhir sedangkan ia masih hidup.

Benarlah firman Allah SubhanahuWata’ala :”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu benar.(Fushilat:53)

Dan hingga detik ini pun, ariel sharon masih tergolek lemah masih dalam keadaan koma. satu pemimpin dunia yang mengalami koma selama 2 tahun.
Na'udzubillahi mindzalik.....qta tunggu kabar selanjutnya dari sang zionist sejati ini...dan tak lupa qta tunggu kapan waktunya, sobat sang zionist yaitu pak Bush menyusul seperti keadaan sahabat tercintanya

JYLLANDS POSTEN ( pembuat karikatur Nabi Muhammad )TEWAS TERBAKAR HIDUP-HIDUP !!

Posted By Taufik Hidayat On 08.54 0 komentar
‘Jyllands Posten’ yang menghina Nabi Muhammad Rasul kita lewat karikaturnya dengan bencana kebakaran yg menimpa bersama keluarganya.

Beliau terbakar hidup-hidup bersama keluarganya, juga tidak lupa semua isi rumahnya….habiiiiiiis. Pemerintah Denmark sangat merahasiakan, menyembunyikan
bahkan menutup-nutupi berita ini dari media massa dan khayalak ramai. Sebarkan berita ini brooooo….supaya teman2 yang beriman melafazkan “Subhaaanallah” atas kebesaranNya mengazab orang2 yang berani melecehkan RasulNya.

Editor surat kabar Denmark ‘Jyllands Posten’ mati terbakar ketika sebuah api secara misterius masuk ke kamar tidurnya, kata sebuah surat kabar Saudi. Menurut surat kabar ini, editor tersebut sedang tidur ketika ada api merusak kamar tidurnya. Dia dan surat kabarnya, ‘Jyllands Posten’ menjadi kontroversi ketika mempublikasikan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Surat kabar Saudi tersebut menyatakan bahwa pemerintah Denmark mencoba menutupi berita kematian editor tersebut. ?Dia kualat?, tambah surat kabar tersebut. Muslim di seluruh dunia, benar-benar mengutuk aksi penghinaan yg pernah dilakukan dan memprotes secara besar-besaran, yang terjadi di seluruh negara Islam termasuk PAkistan. Teks-teks pesan serta email yang berisi berita bahwa kartunis telah terbakar hidup-hidup telah disebarkan sejak Selasa, untuk menguatkan laporan ini. Surat kabar Saudi menyebutkan bahwa nama editor itu Elliot Back.

Namun Back hanyalah senior dalam Ilmu Komputer di Cornell University, yang telah mempublikasikan karikatur di situsnya. Nama editor budaya ?Jyllands Posten?, yang bertugas membuat karikatur adalah Flemming Rose. Jens Julius adalah nama salah satu kartunis yang menggambar kartun penghinaan tersebut. Jyllands Posten adalah surat kabar terbesar di Denmark. Ia sangat terkenal di dunia setelah dua belas karikatur Nabi Muhammad diterbitkan di surat kabar tersebut pada 30 September 2005. Salah satu kartunnya melukiskan Nabi sebagai seorang ?teroris? dengan menggunakan surban bom. Menurut BBC, masih ada 12 kartun yang disembunyikan.[kar/cha]