
Berbakti kepada kedua orang tua, adalah sebuah keharusan bagi anda, karena hal itu merupakan yang paling wajib diantara perkara yang lain. Takutlah anda durhaka kepada keduanya, karena hal itu merupakan dosa yang besar di antara dosa–dosa yang lain.
Allah SWT berfirman :
Artinya :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik- sebaiknya.
( QS. Al-Isra’)
Allah SWT berfirman :
Artinya :
“Hendaklah kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.”
(QS. Luqman : 14)
Renungkan bagaimana Allah menyertakan kalimat perintah berbuat baik kepada orang tua, dengan kalimat perintah mengesahkan-Nya. Begitu juga perintah bersyukur kepada keduanya dengan kalimat perintah bersyukur kepada-Nya.
Oleh sebab itu, seyogyanya anda selalu mengharapkan keridhaan orang tua dan memenuhi perintah-perintahnya, selama perintah itu tidak berbuat untuk maksiat. Dan hendaklah pula anda menjauhi apa yang di larang oleh keduanya, sepanjang tidak untuk mentaati yang wajib. Di samping itu, anda seharusnya lebih mementingkan keduanya dengan mendahulukan keinginan-keinginan anda sendiri.
Di antara perbuatan durhaka kepada kedua orang tua, adalah menyakitinya dan tidak mau memberikan sesuatu yang baik kepada kuduanya, sesuai dengan kemampuan anda. Untuk itulah, bagaimanakah bisa terjadi anda sampai tega memalingkan muka dan berkata kasar kepada keduanya ?
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Bau surga itu akan diperoleh (tercium) dari jarak perjalanan seribu tahun. Dan tidaklah mendapat bau surga, orang yang durhaka kepada orang tuanya, orang-orang yang memutuskan persaudaraan, orang tua yang berzina, dan tidak pula orang-orang yang memanjangkan sarungnya dengan sombong. Kerena sesungguhnya kesombongan itu hanya bagi Tuhan semesta alam.”
Nabi SAW juga bersabda dalam hadist qudsi, bahwa Allah Ta’ala berfirman :
Artinya:
“Barang siapa di pagi hari telah mendapatkan keridhaan kedua orang tuanya dan kemarahan-Ku maka Aku tetap ridha padanya, dan barang siapa yang di pagi hari telah mendapat kemarahan kedua orang tua dan keridhaan-Ku, maka Aku akan menjadi marah padanya”.
Bagi kedua orang tua, seharusnya membantu dan membimbing anak-anaknya agar berabakti kepada orang tuanya, dengan tidak terlalu banyak menuntut hak-haknya sebagai orang tua kepada anaknya, ketika di zaman sekarang, di mana kebaikan menjadi langka, sementara kejahatan semakin banyak, maka orang tua harus hati-hati dan waspada dan bersabar dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang durhaka kepadanya.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Allah menyanyangi orang tua yang membantu anaknya, berbakti kepadanya.”
Hendaklah anda menyambung tali persaudaraan sanak saudara dan handai taulan, utamanya yang paling dekat ; berbuat baik kepada para tetangga yang paling dekat.
Allah SWT berfirman :
Artinya :
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutu-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, dan tetanggga yang jauh.”
(QS. An-Nisa’ : 36)
Di samping itu, di dalam ayat-ayat Al-Quran yang lain, Allah juga memerintahkan agar kita berbuat baik kepada para kerabat.
Sedangkan di dalam Hadist, Rasulullah SAW Bersabda : sedekah kepada para kerabat, berarti menyambung tali persaudaraan.
Nabi SAW juga bersabda :
Artinya :
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali persaudaraannya.”
Dalam Hadist yang lain Nabi SAW bersabda :
Artinya:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, sebaiknya ia menghormati tetangganya.”
Nabi SAW Juga bersabda :
“Malaikat Jibril selalu berpesan kepadaku berkenaan dengan tetangga, hingga aku mengira kalau-kalau tetangga itu akan dapat memperoleh hak waris.”
Menyambung tali persaudaraan, serta berbuat baik kepada tetangga ini tidak dapat dilakukan secara sempurana, kecuali dengan menjauhi menyakiti mereka dan ikut menanggung penderitaan dan beban mereka serta melakukan kebaikan kepada mereka, sesuai dengan kemampuan.
Nabi SAW bersabda :
Artinya :
“Bukamlah orang yang menyambung tali persaudaraan itu adalah orang yang mencukupi (menyambung hubungan baik atau melakukan kunjungan balasan), tetapi orang yang menyambung tali persaudaaran itu adalah orang yang menyambung tali yang putus.”
Rasulullah SAW bersabda lagi :
Artinya :
“Pastikan diri anda berbuat baik untuk berbuat baik kepada orang–orang yang berbuat baik kepada anda dan janganlah anda berbuat jelek kepada arang yang berbuat jelek.”
Kepada Allah kita meminta pertolongan, Dialah sebaik–baik pemberi pertolongan.


Posting Komentar