RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Posted By Taufik Hidayat On 05.59 Under

Hendaklah anda memelihara etika yang disunnahkan dalam kehidupan secara lahir batin, baik yang bersifat kebiasaan sehari-hari (adat) atau ibadah dengan sepenuhnya mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Seorang Nabi pembawa rahmat dan petunjuk.

Apabila anda berkeinginan berada diantara orang- orang yang shadiq (benar), maka janganlah anda melakukan kebiasaan apapun, utamanya yang bersifat ibadah, hingga anda mencari dan melihat, adakah hal ini merupakan ajaran Rasulullah SAW, para sahabatnya atau ajaran dari para ulama. Jika anda tidak menemukan di antara
mereka yang melakukannya, maka anda harus menghindari dengan sekuat tenaga, sekalipun anda menganggapnya sebagai hal mubah. Karena sesungguhnya mereka, para sahabat dan para ulama, tidak menghindarinya, kecuali demi kebaikan, dan atas dasar khabar (hadist) yang mereka ketahui dalam hal meninggalkannya.

Apabila anda mengetahui ada di antara para sahabat atau ulama melakukan sesuatu, maka sebaiknya anda minta petunjuknya lebih dalam bagaimana cara mereka melakukannya, barulah anda melakukannya dengan mengikuti apa yang mereka lakukan. Ada sebagian ulama yang yang menghindari makan semangka, mereka berkata : ”Saya mendengar, bahwa Rasulullah SAW pernah makan semangka, akan tetapi saya tidak paham bagaimana cara Rasulullah SAW memakannya, karena itulah saya meninggalkannya (tidak memakannya).”

Mengenai adab ini, setelah diterangkan dalam sebelumnya dan insya Allah juga akan dijelaskan dalam pasal berikutnya, mengenai adab yang ditekankan agar di jaga dan di pelihara dalam melaksakan ibadah.

Dalam pasal ini, sekilas juga kami kemukan mengenai tata krama yang seharusnya diperhatikan dan di jaga dalam adat kebiasaan sehari-hari, di antara ialah :

Pertama :
Ketahuilah, bahwa orang yang manjaga adat kebiasaannya menurut akhlak Nabi, maka Allah akan menjaganya, sehingga terhindar dari terpeleset dalam amalan-amalan yang bertentangan dalam tata krama dan akhlak yang tercela. Dan dia akan mendapatkan kebaikan serta kemanfaatan di dunia dan akhirat, perkara yang mnjadi adab kebiasaan itu.

Barang siapa yang kebahagiannya terbebas dan suci dari hal-hal yang kotor secara sempurna serta mempunyai kepekaan pandang mata hati, baik lahir ataupun batin, selalu terkontrol dengan aturan-ataruan syar’i, di samping mengikuti petunjuk syara’ itu sendiri, juga dengan pertimbangan akal, apabila ada cacian terhadap kebiasaan para ahli tasawuf, hal ini yang dimaksudkan adalah jika melaksanakannya hanya sebatas tuntutan nafsu syahwat dan kebebasan memperturutkannya, tanpa memperhatikan tata krama syara’.

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali r.a., dalam kitabnya, Al-Arba’in mengatakan, bahwa pada pokoknya setelah seruan agar selalu mengikuti tuntutan Rasulullah SAW , dan mengingatkan tentang rahasia-rahasia tuntunan ini dari kebiasan (adat). Adapun dalam masalah-masalah ibadah, saya tidak mengetahui sisi hukum orang yang meninggalkan Sunnah, kecuali kafir terselubung atau sebuah kebodohan yang nyata. Pahamilah itu.

Kedua: Ketahuilah, seharusnya setiap anda melakukan urusan yang baik, hendaklah anda menyebut asma Allah (basmalah), jika anda lupa menyebut awal melakukan perkerjaan, maka ucapkan di saat anda ingat sementara anda masih melakukannya dengan lafal :


Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah di awal hingga di akhir urusan ini.”


Usahakan agar anda tidak melakukan sesuatu yang bersifat kebiasan, kecuali niat yang baik. Apabila anda memakai pakaian, maka niatilah untuk menutupi aurat, yang di perintahkan oleh Allah SWT untuk menutupinya. Mulailah dengan tangan kanan untuk memakai baju, dan mengakhirkan yang kanan ketika melepasnya. Naikkan sarung dengan celana anda sampai separuh betis, jika tidak, maka jangan sampai melebihi dari mata kaki (di bawah mata kaki). Sedangkan bagi wanita di anjurkankan untuk memanjangkan pakaian kebawah di setiap sisi, kira-kira sampai dua pertiga dhira’ dari atas tanah.

Buatlah lengan baju anda sampai pergelangan tangan atau ujung jari-jari, dan jika anda ingin menambah yang lebih panjang lagi, maka jangan sampai melebihi batas kepatutan. Lengan baju Rasulullah SAW adalah sampai pergelangan tangan. Adapun ahli memotong lengan bajunya sampai ujung jari.

Janganlah anda memakai pakaian, kecuali pakaian yang sepantasnya, menurut kebutuhan. Janganlah anda memilih pakaian yang sangat tipis, jangan pula yang sangat tebal pilihlah yang sedang-sedang saja. Jangan pula anda membuka aurat, sekalipun hanya sedikit, tanpa ada kepentingan. Jika memang ada kepentingan yang mengharuskan membukanya, maka ucapkan doa :


Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah, tiada Tuhan selain dia (Allah).”

Dan ucapkan doa ketika anda memakai pakaian:


Artinya:
“Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memberi pakaian ini dan memberiku rezeki dengan pakaian ini, sementara tiada daya dan kekuatan dariku.”

Di antara yang diSunnahkan juga, adalah memakai sorban, akan tetapi tidak Sunnah memakai baju dengan memperlebar lengan serta memperbeser serban.

Ketiga: Hendaklah anda tidak berbicara, kecuali dengan baik, setiap perkataan yang tidak halal anda katakan, maka haram juga bagi anda mendengarkannya, jika kamu ingin mengucapkan suatu perkataan, maka hendaklah di tata terlebih dahulu dan susunlah dengan kalimat yang benar.

Dengarkan dengan baik perkataan orang yang berkata kepada anda, janganlah sekali-kali memutuskan perkataan orang lain, kecuali memang perkataan itu dikutuk oleh Allah SWT , misalnya menggunjing orang lain. Hati-hatilah anda menyembunyikan pembicaraan (bisik-bisik). Janganlah anda menampakan akan keTuhanan anda, bila ada orang yang menceritakan suatu cerita, bahwa anda sudah tahu. Karena hal itu akan mengakibatkan ketidak nyamanan dan ketidak harmonisan percakapan.

Demikian pula, ketika ada orang yang mengatakan suatu pembicaraan atau menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya anda ketahui, janganlah anda mengatakan kepadanya : ”tidak seperti anda katakan, tetapi begini…dan begini…..” jika hal itu berkaitan dengan ajaran agama yang sebenarnya, maka sampaikanlah (benarkanlah) dengan bijaksana dan lemah lembut.

Takutlah anda hanyut tenggelam dalam permasalahan yang tidak berguna bagi anda, jangan pula banyak bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT, kecuali benar-benar ada kepentingan yang mengharuskan. Hindarilah dusta dengan segala bentuknya, kerena semua itu dapat untuk merusak iman.

Janganlah anda mempergunjing orang lain, banyak mengadu domba dan tertawa ria. Jauhilah seluruh ucapan kotor dan tahanlah ucapan-ucapan yang rendah, sebagaimana anda menahan akan ketercelaannya. Pikirkanlah terlebih dahulu mengenai sesuatu yang anda sampaikan sebelum anda mengucapkannya, jika memang baik, maka katakanlah, jika tidak, diamlah :

Nabi SAW bersabda :

Artinya :
“Setiap ucapan anak adam itu akan membahayakannya dan tidaklah bermamfaat ucapan itu baginya, kecuali ingat kepada Allah, mengajak pada kebaikan dan menjauhi larangan.”

Nabi SAW juga bersabda :

Artinya :
“Allah SWT memberi rahmat kepada orang yang berkata baik, lalu ia mendapatkan pahala yang berlimpah ruah, atau diam menghindari kesalahan (kejelekan), maka ia selamat.”
(HR. Ibnu Mubarak)


Rasulullah SAW juga bersabda :

Artinya :
“Sesungguhnyan seseorang hendaklah mengatakan suatu kalimat sesuai apa yang ia ungkapkan oleh hatinya (hati penting), di mana perkataan itu muncul lebih jauh dari pada jarak gugusan bintang (dengan bumi).”

Keempat: Hendaklah anda tidak melangkah kaki, kecuali pada kebaikan atau suatu kepentingan. Jika anda berjalan, janganlah tergesa-gesa. Jangan pula anda berjalan dengan congkak dan berlenggak- lenggok yang mengundang perhatian orang lain, hingga mengakibatkan anda jatuh dari perhatian dan pertolongan Allah. Janganlah anda tidak menyukai sekiranya ada orang lain yang berjalan di depan anda. Jangan pula anda suka memperlambat tumit (langkah kaki), jika ada orang yang berjalan di belakang anda.

Kerena hal seperti termasuk sikap orang-orang yang sombong, jangan pula anda menengok kekanan dan ke kiri (toleh-toleh)dan berhenti di tengah jalan di saat-saat anda berjalan, hanya untuk mencari perhatian.

Rasulullah SAW Ketika berjalan penuh perhatian kewaspadaan, seakan-akan beliau turun dari tanah yang miring, jika di panggil dari belakang, beliau segera berhenti dan tidak langsung menoleh.

Kelima : Jika anda duduk, jagalah aurat anda, duduklah mengahadap kiblat dengan sikap penuh ketenangan dan kewibawaan, hindari banyak bertingkah atau bergerak-gerak dan berkali-kali berdiri dari tempat duduk, hindarilah sikap banyak menggosok-gosok dan menonjolkan tangan atau kaki serta banyak sendawa dan menguap di depan orang banyak. Jika anda ingin menguap, maka letakanlah(tutukan) tangan kiri anda pada mulut anda, hindari banyak tertawa, kerena hal itu akan mematikan hati, jika anda mampu, hendaklah anda menjadikan tertawa anda dalam bentuk tersenyum.

Janganlah anda berdiri di atas tempat duduk, hingga anda mengucapkan doa :

Artinya:
“Maha Suci Engkau, ya Allah, dengan segala puji-Mu aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertaubat kepada Engkau.”

Dalam suatu riwayat diterangkan, bahwa barang siapa yang mengucapkan kalimat (doa majlis)di atas, Allah akan mengampuni dosa-dasanya selama di majlis tersebut.

Keenam: Apabila anda hendak tidur, maka berbaringlah dengan miring ke kanan menghadap kiblat, seraya bertobat atas segala dosa-dosanya serta tetapkan kehendak untuk dapat menjalankan shalat malam seraya mengucapkan kalimat (doa) :

Artinya:
“Dengan menyebut nama-mu ya, Allah Tuhanku aku berbaringkan tubuhku dengan menyebut nama-mu ya, Allah, akan mengangkatnya, maka ampunilah dosa-dosaku ya Allah, lindungilah aku dari siksaan-mu pada hari engkau hinpun hamba-hamba-mu (kiamat).”3x (tiga kali).

Lalu bacalah :

Artinya
“Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung, zat yang tiada tuhan selain dia yang maha hidup, lagi berdiri pada zat-nya sendiri, dan aku bertobat kepada-nya.”3x (tiga kali).

Selanjutnya, ucapkan subhanAllah 33x.;alhamdulillah 33x.;Allahu akbar 34 .; dan masih banyak lagi zikir sebelum tidur selain bacaan di atas. Janganlah anda melupakannya.

Lebih dari itu, janganlah anda tidur, kecuali dalam keadaan suci, hendaklah anda membaringkan diri untuk tidur dengan niat (zikir) kepada Allah SWT Janganlah anda membiasakan tidur beralas kasur yang sangat empuk, karena hal itu akan membawa anda banyak tidur dan mudah meninggalkan bangun malam (shalat malam), sehingga anda mendapat kegelisahan dan kerugian yang besar. Yaitu, ketika anda melihat janji yang di berikan oleh Allah kepada orang-orang yang mau menjalankan shalat malam (qiyamul lail).

Rasulullah SAW Bersabda :
"Manusia akan di himpun disuatu tempat, kemudian ada orang-orang yang memanggil-manggil:’di mana orang yang bangun malam (untuk shalat malam)di tengah –tengah kelelapan tidunrya? Mereka semua berdiri, sedang jumlah mereka sedikit. Kemudian mereka semua masuk surga tanpa hisab”.

Ummum sulaiman bin Dawud a.s. berkata:”Wahai anakku, janganlah anda memperbanyak tidur di malam hari, karena hal itu akan membuat anda datang di hari kiamat, dalam keadaan fakir.”

Imam Ghazal r.a berkata: ketahuilah, bahwa sehari-semalam itu ada 24 jam, janganlah waktu tidur anda lebih dari 8jam, yang berarti jika anda hidup 60 tahun, maka waktu yang anda sia-siakan (untuk tidur)kurang lebih sekitar 20 tahun,yakni sepertiga dari usia anda.”

Apabila karena suatu tempat dan hal tertentu Anda ada uzur ( kesulitan) tidur miring ke kanan dengan posisi menghadap kiblat, maka tidurlah dengan mengambil posisi miring ke kanan dengan tetap agar tidur tidak membelakangi kiblat. Jika anda berkeinginan berbaring untuk sekedar istirahat bukan untuk tidur, maka tidaklah mengapa anda mengambil posisi miring ke kiri. Sedangkan di waktu tidur quilula (tidur istirahat di siang hari), niatilah untuk mempersiapkan sholat malam. Hendaklah anda memperhatikan hal tersebut.

Hindarilah tidur setelah shalat subuh, kerena hal itu akan mencegah datang rezeki. Begitu tidur setelah shalat asar. Kerena demikian itu akan mengakibatkan sakit gila, dan janganlah anda tidur sebelum shalat isya’,karena akan mengakibatkan sulit tidur di malam hari.

Apabila anda bermimpi sesuatu yang maenyenangkan, maka memujilah kepada Alllah seraya bacalah alhamdulillah. Lalu tafsirlah terhadap yang akan terjadidengan penapsiran yang baik dan benar. Begitu pula sebaliknya, jika anda bermimpi yang tidak menyenangkan, maka memohonlah perlindungan dari Allah dari segala bentuk segala kejahatan, bacalah ta’awudz (A’udzu billahi minas syaithaanir rajiim). Kemudian meludahlah kesamping kiri,tiga kali.lalu ubahlah dari posisi tidur anda dari semula ke posisi yang lain.

Janganlah anda menceritakan kepada seseorangpun , kerena hal itu tidak akan membahayakan kepada anda. Jika ada seseorang yang menceritakan mimpinya kepada anda, janganlah anda memberi penafsiran atas mimpinya itu, sehungga ia sendiri minta kepada anda untuk menafsirkan mimpinya. Jika anda ingin menafsirkannya,mintaklah izin dahulu kepadanya..

Ketujuh:
Apabila anda hendak makan atau minum, maka mulailah mengucapkan basmalah dan akhirilah dengan mengucapkan hamdalah, makan dan minumlah dengan tangan kanan, jika kemudian dihidangkan makanan bagi anda, maka ucapan doa ketika hendak makan:

Artinya :
“Wahai Allah, berkahilah aku dengan rezeki yang telah engkau berikan, dan yang telah engkau karuniakan dengan sebaik-baiknya.

Jika berupa susu, maka ucapkanlah doa:wazidna minhu fainahu laa ayai-a khairun minhu. (tambahkanlah untuk kami rezeki seperti ini, karena tidak ada yang lebih baik dari padanya.”hal ini sebagaimana yang di terangkan dalam Hadist nabi Muhammad SAW.

Cucilah kedua tangan anda, sebelum dan sesudah makan. Kecilkan suapan anda dan kunyaklah dengan lembut,janganlah anda ulurkan tangan anda untuk mengambil suapan yang lain, sementara di dalam mulut anda masih terdapat makanan. Mulailah makan dari bagian pingir (piring), dan janganlah anda mulailah dari bagian tengah, kerena berkah itu turun dari tengah-tengah apabila ada makanan yang terjatuh, ambillah dan buanglah yang kotor lalu makanlah yang bersih, janganlah anda biarkan makanan itu untuk setan.jilatilah jari-jari tangan dan piring anda setelah selesai makan, makanlah dengan memakai dengan jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari. Jika anda membutuh pertolongan-seperti sendok atau garpu-untuk memakan makan seperti nasi,maka tidaklah mengapa.

Jika ada makan bersama orang lain, maka makanlah makanan yang ada di dekat anda, kecuali buah-buahan, janganlah banyak melihat kepada para hadirin hingga mengurangi kenyamanan makan, dan janganlah anda berbincang-bincang dengan mereka, kecuali terhadap masalah yang sepantasnya. Janganlah berbicara bila di mulut anda terdapat makanan.jika saja padamu ada dahak atau ingus, maka tekanlah dengan kepala anda, berdirilah dari mereka atau berdiri menjauh ke tempat lain.

Apabila anda makan bersama orang banyak, pujilah dan doakan mereka dengan doa yang baik, berdoalah ketika telah anda selesai makan, sebagai berikut :

Artinya:
“Segala puji bagi Allah SWT Ya Allah, sebagaimana engkau memberiku rezeki yang baik, jadikanlah aku sebagai orang saleh. Segala puji bagi Allah SWT, zat yang telah memberi karunia dan rezeki kepadaku dengan makanan ini, yang tiada daya dan kekuatan dariku.”

Barang siapa yag mengucapkan doa itu, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya, baik yang baru maupun yang datang.

Janganlah anda jadikan keinginan anda untuk makan yang enak-enak dan memperturutkan dorongan nafsu (selera makan) anda, hingga anda termasuk di antara orang-orang yang pernah di katakan oleh Rasulullah SAW Sebagaimana dalam sabda beliau:

Artinya:
“Sejelek-jelek umatku, adalah orang –orang yang makan yang enak-enak, hingga tubuh mereka gemuk-gemuk. Sungguh cita-cita mereka hanyalah makan dan makan serta pakaian, mereka pun tinggi-tinggian dalam berbicara.”

Ali bin Abi Thalib- karramAllahu wajhah-berkata:”barang siapa yang hidup hanya bertujuan hanya mengenai suatu yang masuk keperutnya, maka harga dirinya hanyalah senilai yang luar perut.

Perhatikanlah dengan sungguh–sungguh waspadalah, agar tidak ada (makanan dan minuman) yang masuk kedalam perut anda, kecuali yang halal, karena, barang siapa yang makan yang halal selama empat puluh hari, maka hatinya akan bersinar, dan dari pada yang akan mengalir sumber-sumber yang menghiaskan mulutnya,Allah-pun akan memuliakannya sebagai orang yang zuhud di dunia.hatinya menjadi bersih dan hubungannya pada Tuhannya menjadi semakin baik, sedangkan orang yang makan yang haram dan syubhat, maka yang terjadi padanya adalah yang sebaliknya.

Janganlah anda berlebih-lebihan dan berfoya-foya dalam makan dan jangan pula makan kekenyangan. Karena hal itu, sekalipun makanan yang halal, akan menjadi sumber keburukan. Di akibat buruk yangdi timbulkan adalah:megeraskan hati, merusak kecerdasan, membuat pikiran tidak tenang, malas beribadah, dan berbagai akibat buruk lainnya.

Makanlah secara sederhana, caranya adalah hendaklah anda menahan terlebih dahulu jika anda ingin makan, janganlah anda langsung menyantapnya hingga anda benar-benar menginginkannya. Tanda-tandanya adalah jika anda telah benar-benar menginginkan makanan apa saja (karena perut anda benar-benar lapar dan butuh makan tanpa pilih-pilih).

Jika anda tidak ingin minum air, hisaplah terlebih dahulu, jangan di habiskan sekali teguk, akan tetapi minumlah tiga kali teguk, jangan sampai nafas anda masuk ke dalam tempat minum (semacam gelas, cangkir dan lain sebagainya).janganlah anda minum sambil berdiri, juga jangan minum dari mulut timba. Jika anda tidak menemukan gelas atau yang lain, minumlah dengan tangan anda. Dan setelah minum ucapakan doa:

Artinya :
“Segala puji bagi Allah, Tuhan yang dengan rahmat-Nya telah menjadikan air ini terasa tawar dan segar, tidak menjadikannya terasa asin dan pahit karena dosa-dosa kamu.”

Kedelapan :
Jika anda ingin mengauli istri anda, maka ucapkan doa:

Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, jauhkanlah setan dari apa yang engkau rezkikan kepada kami.”

Tutupilah tubuh anda dan tubuh istri anda dengan pakaian(selimut). Hendaklah anda melakukan dengan tenang dan tidak banyak bicara. Ketika anda hendak mengeluarkan air mani (mecapai puncak persenggamaan), bacalah dalam hati tanpa mengerakan bibir anda, firman Allah SWT :

Artinya :
“Dan dia (Allah) adalah zat yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu……..”
(QS. AL-Furqan : 54)


Manakah ibadah yang lebih utama antara beristri dan tidak beristri? Sepanjang di antara keduanya itu dapat lebih menyelamatkan agamanya, dapat lebih menjaga hatinya, serta lebih dapat memusatkan pikirannya, maka itulah yang lebih utama.

Sungguh amat dimakruhkan, orang-orang yang tidak beristri, akan tetapi ia akan selalu berpikir tentang wanita. Yakni nafsunya hanya terbawa godaan keindahan wanita. Barang siapa yang di uji dengan kenyataan ini, kemudian dia tidak mampu menguasai farjirnya kerena kuatnya dorongan nafsu syahwatnya, untuk dapat beribadah dngan tertib, maka sebaiknya dia kawin. Namun apabila dia belum mampu, maka hendaklah berpuasa, kerena dengan puasa itu, dia dapat mematahkan syahwatnya.

Kesembilan :Apabila anda hendak masuk WC untuk kencing atau buang air besar, maka hendaklah anda memakai sendal dan tutup kepala. Dahulukan kaki kiri dulu masuk WC dan dahulukan kaki kanan anda ketika keluar daripadanya.

Ketika hendak masuk WC ucapkan doa :

Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah ,ya, Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada engkau dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan,”

Dan ketika hendak keluar dari WC ucapkan doa :

Artinya:
“Dengan segenab pengampunan-Mu, segala puji bagi Allah, Tuhan yang menghilangkan kotoran dariku dan yang menyejahterakan aku.”


Pada saat anda dalam WC, janganlah anda menyebut nama Allah, kecuali dalam hati saja, tidak pula membawa sesuatupun yang terdapat tulisan nama Allah, demi meng agungkan nama Allah SWT

Janganlah anda berkata kotor, dan jangan pula berbicara apapun, kecuali karena terpaksa. Janganlah anda mengangkat pakaian anda setinggi-tingginya, melainkan angkatlah sekedar karena terasa takut terkena najis, dari manusia, sehingga suara anda tidak terdengar dan bau tidak sedappun tidak tercium oleh orang lain.

Janganlah anda menghadap kiblat dan membelakanginya ketika kencing ketika buang air besar. Hal seperti untuk bisa dimanfaatkan, jika berada dalam bangunan atau dalam kondisi yang sangat sulit dan terpaksa. Janganlah anda kencing di air yang tenang (tidak mengalir), sekalipun banyak airnya, kecuali ada alasan tertentu, jangan pula pada tanah yang keras, melawan arah angin. Semua itu dimaksudkan untuk menjaga agar percikan air kencing itu tidak mengenai anda, yang pada umumnya siksa kubur itu disebabkan dari percikan air kencing.

Anda harus membersihkannya (beristinja’) tidak lebih dari batas-batas yang membahayakan. Anda dapat melakukan dengan cara menggosok berulang kali dengan sedikit menarik zakar (penis) ke atas, dan tangan digerak-gerakan di bawahnya dengan pelan-pelan. Lakukanlah istinja’(cebok) mula-mula dengan batu, kemudian dengan air, jika anda ingin mempersingkat di antara keduanya, maka yang lebih utama adalah dengan air.

Apabila istinja’ memakai air, dahulukanlah bagian kubur (depan), dan akhirkanlah bila pakai batu. Kemudian setelah membersihkannya (istinja’) berdoa dengan mengucapkan.

Artinya:
“Ya Allah, jagalah farjiku dari segala kotoran dan bersihkan hatiku, dari segala kemunafikan”

Dalam setiap melakukan apa pun hendaklah anda selalu mendahulukan anggota tubuh yang kanan, kecuali untuk membuang najis atau kotoran lainnya, serta menuju tempat-tempat yang berkaitan dengan hal-hal yang kotor,yang terakhir ini, hendaklah anda lakukan dengan mendahulukan anggota tubuh yang kiri.

Kesepuluh :
Jika anda bersin, maka tekanlah suara anda serendah mungkin dan tutupilah mulut anda, lalu berdoa :

Artinya :
“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”


Janganlah anda meludah, kecuali ke arah sisi kiri atau ke bawah sisi kaki kiri anda.

Kesebelas : Hendaklah anda menutupi tempat minuman dan bejana lainnya, tutuplah pintu rumah anda, utamanya ketika hendak tidur atau pergi meninggalkan.

Kedua belas : Janganlah anda tidur terlebih dahulu mematikan semua lampu-lampu atau alat lainnya yang mengandung api atau pastikan bahwa semuanya telah aman.

Ketiga belas : Apabila di pagi hari anda dapatkan bejana atau tempat air minum terbuka, maka janganlah anda minum air dari dalamnya. Jangan pula anda memakai untuk mencuci najis, sekalipun mungkin air itu suci, tetapinya sangat dikhawatirkan menimbulkan bahaya.

Syekh Ibnu Araby di dalam kitab AL-Futuhat menyebutkan : ”sesungguhnya dalam setahun terdapat malam yang didalamnya diturunkan penyakit. Tidaklah anda menjumpai bejana yang terbuka serta alat tempat minum yang berisi air, melainkan hendaklah menutupnya. Oleh sebab itulah, maka rasuullah SAW. Memerintahkan untuk menutup tempat minum atau bejana-bejana lainnya. Jika anda tidak menemukan alat untuk menutupinya, maka pakailah kayu panjang, sebutlah asma Allah dan tawakallah kepadanya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berserah diri kepada-Nya.


Posting Komentar