
Hendaklah anda segera menunaikan haji yang telah diwajibkan oleh Allah dan melaksanakan Umrah, apabila telah mampu. Janganlah anda menundu-nundanya, bila telah mampu. Hingga adalah mungkin anda menjadi (tua-bangka) atau mati setelah di anggap mampu, sementara tanggungan menunaikan haji itu masih tetap mengenai anda. Karenanya, anda di anggap orang yang menelantarkan kewajiban.
Nabi SAW bersabda :
Artinya :
”Barang siapa yang tidak tertahan oleh kebutuhan yang sangat mendesak, menderita penyakit yang parah, atau oleh penguasa yang zalim, kemudian dia mati sebelum menunaikan haji (sememtara ia mampu secara materi), maka hendaklah ia mati sesukanya, dalam keadaan sebagai orang Yahudi atau Nasrani.”
Dan apabila anda mampu melakukan tathawwu’ haji dan umrah (ibadah haji dan Sunnah yang keduanya dan seterusnya), maka lakukanlah, sebagaimana ibadah-ibadah lain dekatkan diri kepada Allah.
Di terangkan dalam sebuah riwayat, bahwa Allah SWT berfirman dalam Hadist qudsi :
Artinya:
“Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-beri sehat badannya dan banyak hartanya, kemudian selama lima tahun tidak berangkat (beribadah) kepada-Ku, maka ia termasuk seorang hamba yang buruk.”
Hadist ini, ditulis sesuai dengan maknanya.
Ketika anda hendak berangkat menempuh perjalanan haji, maka anda harus mempelajari terlebih dahulu tentang wajib-wajib haji, Sunnah-Sunnah dan zikir-zikirnya, di samping mempelajari petunjuk arah kiblat, keringanan (ruhshah) bagi orang yang berpergian.
Jangan sampai tujuan anda berhaji tercampuri oleh maksud berdagang bahkan seharusnya anda tidak menyertakannya dengan hal–hal yang terkait harta kesenangan duniawi, kecuali hanyalah sekedar yang anda butuhkan di masa perjalanan. Jika memang ada yang tidak bisa tidak, maka hindarilah mengambil (melakukan) hal-hal yang dapat menganggu konsentrasi anda dalam melaksanakan ibadah haji, dan pengagungan syiar agama Allah.
Hendaklah anda berziarah ke makam Rasulullah SAW, karena menziarahi beliau setelah wafat, sama seperti menziarahi beliau di masa hidup. Karena pada hakikatnya Rasulullah-semoga shalawat dan salam Allah selalu tercurah kepada beliau-adalah hidup di alam kuburnya. Demikian juga para Nabi-nabi yang lain.
Adalah bukan pada tempatnya, jika anda menunaikan ibadah haji, sementara anda tidak berziarah kepada kekasih Allah SWT tanpa unsur yang memaksa.
Ketahuilah, jika anda datang secara pribadi dari negeri Islam yang jauh untuk berziarah ke makam Rasulullah SAW. Maka janganlah anda berhenti bersyukur atas nikmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada anda melalui Rasul kekasih-Nya


Posting Komentar