
Hendaklah anda mengindari tertawa terbahak-bahak, apalagi hal itu anda lakukan jauh dari niat menyenangkan hati seorang Muslim. Dan janganlah anda berkata : keculi berkata secara benar.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Janganlah anda bersikap kasar (dalam berbantah) terhadap saudara anda, dan jangan pula menentawakannya. Janganlah anda berjanji dengannya, jikalau kemudian anda mengingkarinya.”(HR. Tarmidzi)
Hendaklah anda memuliakan dan mengormati orang-orang Islam, apalagi tokoh-tokoh mereka, seperti para ulama, orang-orang yang saleh, para pemimpin serta orang-orang yang mempunyai peranan penting dalam Islam.
Janganlah anda menakut-nakuti salah seorang umat Islam, belaku kasar, menertawakan, menghina atau memandangnya dengan pandangan mata yang merendahkan. Kerena itu semua, merupakan prilaku yang hina serta perbuatan yang tercela.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Cukuplah bagi seseorang dikatakan jelek, bila ia menghina saudara muslimnya.”
Antara Tawadhu’ (Merendahkan Diri)dan Takabbur (Sombong)
Hendaklah Anda bersikap merendahkan diri (tawadhu’), karena tawadhu’ adalah akhlak orang-orang yang beriman. Dan janganlah perilaku sombong, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
Barang siapa yang bersikap merendahkan diri, Allah akan mengangkat derajatnya, dan barang siapa yang bersikap sombong, Allah akan merendahkannya.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sebesar biji Sawi dari kesembongan.”
Nabi SAW juga bersabda :
”Kesombangan adalah keengganan menerima kebenaran, yakni sikap menolak kebenaran dan tidak mau berterima kasih pada orang lain, yakni merendahkan mereka. Barang siapa yang memandang dirinya dengan pandangan mengagumkan, sementara terhadap orang lain dengan pandangan merendahkan, maka ia termasuk orang yang sombong.”
Antara orang-orang yang merendahkan diri (tawadhu’) dan orang-orang yang sombong, terdapat tanda-tanda yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Di antara tanda-tanda orang yang tawadhu’ adalah suka hidup sederhana ,tidak suka popularitas dan mau menerima kebenaran, baik yang datang dari kalangan orang terhormat maupun rendahan.”
Disamping itu, tanda-tanda tawadhu’ lainnya ialah :
1.Mencintai orang-orang fakir, suka bergaul dan duduk-duduk bersama mereka.
2.Memenuhi hak-hak persaudaraan sedapat mungkin dan berterima kasih kepada orang yang memenuhi haknya serta mau memaafkan keterbatasan orang lain.
Sedangkan tanda-tanda orang sombong antara lain :
1.Suka membusungkan dada dalam berbagai forum atau acara-acara lainnya
2.Selalu mengedepankan kekuasaan
3.Merasa sok suci
4.Suka memuji diri sendiri
5.Suka berbelit-belit dalam bicara,
6.Suka membanggakan keturunan
7.Suka berjalan dengan congkak
8.Dan gemar mengabaikan memenuhi hak-hak orang lain dan menuntut hak-haknya sendiri untuk segera dipenuhi.
Sebarkan Salam
Nabi SAW bersabda :
“Hendaklah anda mengucapkan salam kepada setiap orang Islam, baik yang anda kenal ataupun yang tidak. Jika anda telah megucapkan salam kepada salah seorag dari mereka dan ia tidak menjawabnya, maka janganlah anda berburuk sangka padanya. Katakan (pada diri anda sendiri), mungkin dia tidak mendengarnya atau ia menjawab, tetapi saya tidak mendegarnya dan apabila anda masuk rumah anda, maka ucapkanlah salam kepada keluarga anda, dan jika anda memasuki mesjid atau memasuki rumah yang tidak ada seorangpun di dalamnya, ucapkanlah ; Kesejahteraan bagi diri kami dan bagi orang-orang yang saleh”.
Apabila anda bertemu seorang Muslim, maka usahakanlah Anda sebagai orang yang memulai salam padanya, sebelum dia megucapkan salam pada anda.
Rasulullah SAW pernah ditanya :
Artinya :
“Ketika seorang Muslim bertemu dengan Muslim lainnya, maka siapa di antara keduanya yang harus mengucapkan salam lebih duhulu ?”Rasul SAW. Menjawab : ”orang orang yang mula-mula ingat Allah.”
Diterangkan pula dalam Hadist, agar orang yang berkendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan, orang berdiri kepada orang yang duduk, orang kecil kepada yang besar dan kelompok kepada yang lebih besar.
Bacaan Ketika Bersin
Hendaklah anda mendoakan orang bersin yang membaca allhamdulillah. Jika orang yang bersin itu tidak mengucapkan hamdalah, maka hendaklah anda mengingatkannya agar ia mengucapkan allhamdulillah.
Janganlah anda memasuki rumah selain rumah anda, kecuali dengan meminta izin tiga kali berturut-turur, kemudian anda tidak mendapatkan izin, maka janganlah anda mengulanginya lagi.
Memenuhi Panggilan Dan Undangan
Apabila ada seorang Muslim memanggil anda, maka jawablah dengan hormat. Dan jika ada seorang Muslim mengundang anda untuk jamuan makan, janganlah anda tidak menghadirinya, kecuali ada uzur secara syari’. Jika dia juga memberikan bagian kepada anda agar melakukan dengan sebagai nama Allah anda di mintai sesuatu, maka hendaklah anda tidak menolaknya.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Dilaknat orang yang meminta atas nama Allah, dan laknat orang yang dimintai kerena Allah lalu ia tidak memberi.”
Mengunjung Orang Sakit dan Mengantar Jenazah
Hendaklah anda mengujung orang sakit, dan mengantar jenazah ketika ada orang yang meninggal di antara anda sekalian. Hendaklah anda berzairah mengunjung saudara-saudara sesama Muslim hanya kerena Allah SWT, ketika anda merindukan mereka, lalu bertemu, dan berjabat tangan dengan mereka, tanyakan kondisi mereka, dan tanya pula kondisi yang tidak hadir. Jikalau ternyata ia sakit, maka kunjungilah, kalau ternyata ia sibuk, maka bantulah, jikalau anda mampu, jika tidak, doakanlah ia.
Berbaik Sangka
Hendaklah anda berbuat sangka kepada semua orang Islam, hindarilah berburuk sangka kepada mereka.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Dua perkara, tidak ada satupun kebaikan yang melampauinya, yaitu : baik sangka kepada Allah SWT ; dan berbaik sangka kepada hamba-hamba-Nya. Dan dua perkara, tidak ada satu kejelekan yang melampauinya, yaitu : berburuk sangka kepada Allah SWTl ; dan berburuk sangka kepada hamba-hamba-Nya”.
Puncak dari berbaik sangka kepada orang-orang Islam adalah hendaklah anda tidak berprasangka buruk terhadap sesuatupun dari perbuatan atau ucapan-ucapan mereka dengan berusaha menempatkannya dalam sisi yang baik, sekali pun anda tidak menemukan sisi yang baik baginya, seperti kemaksiatan.
Sedangkan puncak dari berbaik sangka kepada orang yang melakukan maksiat adalah, hendaklah anda berusaha mencegahnya atau beranggapan, bahwa iman mereka yang akan membawanya berhenti melakukan atau berhenti terjerumus dari maksiat itu dengan bertobat.
Adapu puncak dari berburuk sangka kepada orang-orang Islam adalah ketika anda beranggapan buruk, baik pada perbuatan atau ucapan-ucapan mereka, sekali pun dalam wujud yang baik. Seperti, ketika anda melihat seorang Muslim yang banyak melakukan shalat, sedekah atau membaca Al-Qur’an, lalu anda berprasangka padanya, bahwa apa yang ia lakukan itu tidak lain hanyalah riya pada orang lain atau hanyalah karena ambisi agar mendapatkan harta dan kedudukan dunia. Prasangka yang jahat ini, tidaklah keluar, kecuali dari orang yang menyimpan hati busuk, dan hal itu merupakan akhlak dan kebiasaan orang-orang munafik.
Allah SWT menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik, sebagaimana dalam firman-Nya, berikut ini :
Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu memperdayakan (menipu) Allah dan Allah SWT memperdayakan mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud ria kepada manusia.”
Doa dan Istigfar
Nabi SAW bersabda :
Artinya :
“Perbanyaklah ingat (zikir) kepada Allah, hingga orang-orang munafik berkata : ‘sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang ria ”.
Hendaklah anda memperbanyak doa atau istigfar, khususnya untuk diri anda sendiri, orang tua, kerabat dan teman-teman anda, serta untuk segenap kaum Muslimin pada umumnya. Karena doa orang Islam untuk orang Islam lainnya, yang tidak berada dalam satu tempat (berdoa tanpa sepengetahuannya), akan dikabulkan.
Nabi SAW bersabda :
Artinya :
“Doa-doa yang tiada jarak antara Allah dan doa tersebut adalah doa orang yang dianiaya dan doa seorang Muslim lainnya, yang tidak berada dalam satu tempat.”
Nabi SAW juga bersabda :
Artinya :
“Ketika seorang Muslim berdoa untuk Muslim lainnya yang tidak berada dalam satu tempat (dengannya), malaikat menjawab : ‘Amin , dan anda juga mendapatkan yang serupa dengannya’.”
Maimum bin Mihrum r.a. berkata : “Barang siapa beristigfar (memohonkan ampun) kepada ke dua orang tuanya setiap selesai shalat fardhu, maka ia telah melaksanakan syukur kepada kedua orangtuanya. ”Sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya :
Artinya :
“...... bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu ....”
(QS. Luqman : 14)
Dia juga berkata :
”Barang siapa yang beristfhar untuk orang mukmin dan mukminat setiap kali sebanyak dua tujuh kali, maka ia orang-orang yang dikabulkan doa-doanya, sebab doa-doanya merelakan manusia mendapat rezki dan hujan. Dan hal ini merupakan sifat para wali (auliya)”.
Ketahuilah, bahwa hak-hak orang Islam atas orang Islam lainya itu begitu banyak. Jika anda hendak memenuhi hak-hak itu secara murni dan konsekwen, maka lakukan orang-orang Islam dengan baik, dengan sesuatu yang anda meresa senang, bila sesuatu itu dilakukan kepada anda, baik ketika mereka ada ataupun saat mereka tidak ada di sisi anda.
Perangilah nafsu anda dan kondisikan hati anda untuk mencintai mereka karena kebaikannya, sebagaimana anda mencintai diri anda sendiri, dan bencilah mereka dengan kejelekannya, sebagaimana kebencian anda terhadap kebencian diri anda sendiri.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Tidaklah sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai sesamanya, sebagaimana mencintai diri sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW juga bersabda :
Artinya :
“Seorang Muslim terhadap Muslim lainnya seperti bangunan bagian yang satu dengan yang lainnya saling memperkuat satu sama lain.”
Yahya bin Mu’adz r.a. berkata :
”Jika anda tidak dapat menyenangkan hati orang-orang Muslim, maka janganlah anda berbuat jahat pada mereka, jika anda tidak dapat memuji mereka, maka janganlah anda mencaci maki mereka.”
Muhyiddin Abdul Qadir Jailani r.a. berkata :
”Jadilah anda bersama Allah yang hak, seakan-akan tidak kenal makhluk. Dan jadilah anda bersama makhluk seakan-akan tidak punya nafsu.”
Sebagian ulama salaf berkata : ”Manusia itu diuji dan dimanfaatkan, maka kasihanilah orang-orang yang diuji dan bersyukur anda kepada Allah SWT atas limpahan kesejahteraan-Nya.”
Alhamdulillah robbil ‘alamin (segara puji bagi Allah, Tuhan semesta alam).


Posting Komentar