RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

NASEHAT

Posted By Taufik Hidayat On 05.44 Under

Hendaklah anda memberikan nasehat kepada setiap orang Islam, janganlah anda menyimpan satu nasehatpun anda bisa lakukan, yang dengan nasehat itu dapat tercapai satu kebaikan dan terhindar dari keburukan.

Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :
“Agama adalah nasehat.”
(HR. Ahmad)


Di antara nasehat itu, hendaklah anda setuju bersikap baik kepada orang Islam, baik pada saat dia tidak ada bersama anda ataupun pada saat ia hadir bersama anda, janganlah anda memperlihatkan kecintaan melalui mulut manis anda, melebihi apa yang tersimpan dalam hati anda.


Dan termasuk nasehat juga adalah, ketika ada seorang Muslim minta pertimbangan kepada anda suatu masalah, sementara anda tahu sesungguhnya yang benar itu, bukanlah seperti apa yang menjadi kecenderungannya itu, maka hendaklah anda memberitahukan hal itu kepadanya.

Sedangkan yang termasuk diantara yang bertentangan dengan nasehat adalah dengki kepada orang Islam terhadap karunia Allah yang diberikan kepada mereka. Sumber asalnya adalah jika anda merasa terusik oleh keleluasaan nikmat Allah SWT yang diberikan kepada sebagian hamba-hamba-Nya, baik berkaitan dengan persoalan keagamaan ataupun dalam urusan keduniaan, dan puncaknya adalah harapan anda akan lenyapnya nikmat itu dari mendapatkan kenikmatan itu.

Diterangkan dalm sebuah Hadist, sebagai berikut :

Artinya :
“Sesungguhnya dengki itu akan melalap kebaikkan, sebagaimana api melalap kayu bakar.”

Orang-orang yang dengki itu, sesungguhnya ia menentang kepada Allah, baik kepada kekuasaan maupun kebijaksanaan-Nya. Seakan-akan dengan kondisinya itu ia berkata: “Ya Tuhan, Engkau meletakkan nikmat tidak pada tempatnya ?”

Berbeda dengan ghibthah, maka tidaklah mengapa, Ghibthah, mengandung pengertian jika anda melihat nikmat Allah yang ada di antara hamba-hambanya, lalu anda memohon kepada Allah.agar dia memberikan karunia kenikmatan yang serupa kepadanya, tanpa kehilangan kenikmatan yang ada pada mereka.

Ketika Anda Mendapat Pujian

Ketika ada seorang memuji anda dengan suatu pujian untuk tidak menyenangkan hati anda atau dia memuji dengan realitas kelebihan yang ada pada anda,maka ucapakan doa:

Artinya:
“Segara puji bagi Allah, zat yang melahirkan kebajikan dan menyembunyikan keburukan”.

Apabila seseorang memuji dengan suatu yang tidak sesuai dengan apa yang ada pada anda, maka ucapkan doa sebagaimana ulama salaf berdoa, seperti berikut :

Artinya :
“Ya Allah, janganlah engkau siksa aku dengan sesuatu yang mereka ucapkan, ampunilah aku terhadap sesuatu yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari pada apa yang mereka duga.”

Hendaklah anda tidak memuji seseorang, kecuali bila anda tahu bahwa dengan pujian itu akan menambah semangatnya untuk berbuat baik. Atau terhadap seseorang yang mempunyai keistimewaan, maka pujilah dia agar tahu keistimewaannya, dengan syarat dari pihak anda tidak melakukan kedustaan, sementara dari pihak dia tidak membuatnya sombong sebab pujian anda itu.

Ketika Anda Memberi Nasehat

Hendaklah Anda perhatikan bahwa anda hendak menasehati seseorang dalam suatu masalah yang sampai kepada Anda, maka nasehatilah dia di tempat yang sepi dengan ucapan yang lemah lembut, janganlah menyampaikannya dengan suara keras, sampaikanlah sekiranya memungkinkan dapat di pahami dengan isyarat.

Apabila ia bertanya kepada anda tentang siapa yang menyampaikan masalah itu kepada anda, maka janganlah anda menceritakannya, agar tidak menimbulkan masalah di antara keduanya.

Jika mau menimbulkan nasehat yang anda sampaikan, maka ucapkanlah Alhamdulillah dan bersyukurlah kepada-Nya. Jika dia tidak menerima apa yang anda sampaikan, maka kembalikanlah kepada diri anda dengan memakinya, katakan pada diri anda : ”Wahai diri yang buruk, siapakah yang mau menerima sesuatu yang anda sampaikan, renungkanlah, kiranya anda harus memenuhi syarat-syarat dalam memberi nasehat.”

Sampaikan Amanat, Jangan Khianat

Apabila ada seseorang mempercayakan suatu amanat kepada anda, maka anda harus menjaganya, melebihi apa yang seharusnya anda jaga, sekalipun anda seorang raja.

Adalah menjadi keharusan bagi anda untuk menyampaikan amanat (kepada yang berhak menerimanya) tanpa sedikitpun mengkhianatinya.

Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :
“Tidaklah sempurna iman seseorang yang tidak bisa menjaga amanat.”

Nabi SAW bersabda :

Artinya :
“Áda tiga hal yang bergantung di Arsy, pertama adalah nikmat. Ia berkata : ’Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dan aku tidak akan berlaku ingkar.’ Kedua adalah Rahim, ia berkata : ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dan aku tidak akan memutuskan persaudaraan.’ Ketiga adalah amanat , ia berkata : ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dan aku tidak akan berkhianat.”

Hendaklah anda berkata benar dan memenuhi janji terhadap apa yang telah anda sepakati atau sesuatu yang anda janjikan. Karena merusak kesepakatan dan mengingkari janji merupakan tanda-tanda kemunafikan.

Di sebutkan dalam Hadist, sebagai berikut :

Artinya :
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berbicara berdusta ; jika berjanji, mengingkari ; dan jika dipercaya berkhianat.”

Menurut riwayat lain :

Artinya :
“… jika berjanji mencari - cari uzur dan jika bersumpah mengingkari.”

Hindarilah sikap pamer (riya) dan bersitegang dalam perdebatan, karena keduanya akan menyulut gejolak emosi dalam hati, menjadikan hati kasar bengis, serta akan melahirkan permusuhan dan kemarahan.

Apabila ada seseorang berbantah dan berdebatm, ada yang mengaku sebagai pihak yang benar, maka jika memang dia benar, maka terimalah kebenaran darinya, tetapi jika dia bersalah, maka anda harus menolaknya, dan berpaling karena kebodohannya.

Allah SWT berfirman :

Artinya:
“Berpalinglah kamu dari orang-orang yang bodoh.”

Posting Komentar