
Apabila anda shalat berada di belakang imam (sebagai makmum), hendaknya anda berusaha memperbaiki cara mengikutinya. Karena pada dasarnya, dijadikannya imam adalah untuk menyempurnakannya. Hindarilah gerakan-gerakan shalat anda bersama dengan imam, apalagi mendahulukannya. Anda harus menjadi gerakan-gerakan shalat anda mengikutinya, dengan sedikit dan setelahnya tidak bersamaan dan tidak pula mendahuilukannya.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Orang yang turun bangkit (dari gerakan-gerakan shalatnya)sebelum imam (mendahului imam), sesungguhnya ubun-ubunnya berada di tangan setan.”
Hendaklah anda cepat-cepat menempati barisan (shaf) yang pertama, dan memenuhinya, tanpa menyakitkan (orang lain) dan menumbuhkan rasa ketidak nyamanan. Hindarilah mengambil posisi belakang, jika sekiranya masih mungkin berada di barisan depan.
Rasulullah SAW bersabda :
“Orang-orang yang selalu mengakhirkan(memperlambat)dari mengambil tempat dari shaf pertama, maka Allah akan memperlambat mereka (dari karunia-Nya dan rahmat-Nya)”
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya :
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berdoa untuk (makmum yang berada pada) shaf pertama.”
Nabi SAW Memohonkan ampun bagi shaf pertama sebanyak tiga kali, dan untuk shaf kedua sekali.
Hendaklah anda merapikan dan meluruskan barisan. Jika anda sebagai imam, maka memerintah untuk merapatkan dan meluruskan barisan sangat ditekankan menjadi tugas penting bagi anda. Menurut syara’ namun kebanyakkan orang (iman) melupakannya, padahal Nabi SAW sangat memperhatikan dan selalu menjalankannya sendiri. Beliau bersabda :
Artinya:
“Hendaklah anda meluruskan barisan anda ayat Allah SWT akan membiarkan hati anda bersalahkan (kacau balau)”.
Nabi SAW juga memerintahkan, agar menutup dan merapatkan barisan (shaf). sebagaimana sabda beliau :
Artinya :
“Demi zat (Allah) yang jiwaku berada dalam gengaman tangan (kekuasaan)-Nya, sungguh akan melihat setan masuk di cela-cela shaf, seperti campe, yakni anak kambing.”


Posting Komentar