RSS Subscription

Subscribe via RSS reader:
Subscribe via Email Address:
 

TAWAKKAL

Posted By Taufik Hidayat On 05.38 Under

Hendaklah anda tawakkal (berselh diri) kepada Allah SWT, kerena sesungguhnya orang yang berserah diri kepada Allah SWT, akan di beri kecukupan ,ditolong, dilindungi serta diutamakan oleh-Nya.

Allah SWT berfirman :

Artinya :
“Barang siapa yang tawakal kepada Allah SWT, maka Allah akan mencukupinya .......”


Tawakal (berserah diri kepada Allah) itu merupakan dari buah kebenaran dan kekukuhan serta penguasaan tauhid dalam hati.


Allah SWT berfirman :

Artinya :
“Dia-lah Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung,”(QS. Al-Muzamil : 9)

Renungkanlah, bagaimana Allah SWT memulai (firman-Nya) dengan mengukuhkan sifat ketuhanan, kemudian mengukuhkan kemahaesaan-Nya sebagai Tuhan, kemudian Dia memerintahkan berserah diri kepada-Nya sebagai Zat Yang Maha Agung lagi Maha Luhur. Dengan demikian, tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk meninggalkan tawakal kepada-Nya.

Allah SWT memerintahkan kepada hamban-hamba-Nya, agar berserah diri kepada-Nya dan mendorong mereka agar bertawakkal, sesuai dengan firman-Nya :
”Dan hanya kepada Allah orang-orang yang mukmin berserah diri.”(QS. Ali Imran : 3 : 122)

Dan firman-Nya :

Artinya :
“…… maka berserah dirilah kamu kepada Allah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berserah diri.”(QS. Ali Imran : 159)

Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :
“Apabila anda benar-benar berserah diri kepada Allah, tentu Allah akan memberi rezki kepada anda, sebagaimana Allah memberikan rezki pada burung yang berangkat di pagi hari dengan perut kosong, lalu pulang di sore hari dengan perut yang kenyang,”

Ketahuilah, pangkal tawakal kepada Allah, adalah pemahaman (kema’rifatan) hati, bahwa seluruh permasalahan yang ada ini berada di tangan Allah, baik yang bermanfaat, yang membahayakan, yang merugikan dan yang mempermudah.

Sendainya semua makhluk berkumpul untuk memberikan menfaat kepada Allah, niscaya mereka tidak akan dapat memberikan menfaat ampunan kepada-Nya, kecuali dengan yang di tetapkan Allah atasnya. Begitu pula kalau mereka berkumpul untuk memberikan mudarat (bahaya) kepada Allah, niscaya mereka tidak akan dapat memberikan mudarat kepada-Nya, kecuali dengan yang di tetapkan Allah atasnya.

Syarat syah tawakkal ialah :
1.Hendaklah anda tidak berbuat maksiat dengan sebab tawakkal
2.Anda harus menjauhi larangan Allah
3.Anda harus mengerjakan perintahnya
4.Berpegang teguh, mengharap pertolongan-Nya atas semua yang anda lakukan
5.Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT
6.Tidak mengotori ketawakalan anda dengan sesuatupun urusan duniawi yang anda lakukan
7.Berpegang teguh dan percaya sepenuhnya terhadap kekuasaan Allah, bukan pada yang selain-Nya
8.Tidak mengurangi ikhtiar anda dalam urusan duniawi

Sedangkan usaha dengan penuh ketekunan itu sendiri tidak akan dapat berhasil, kecuali menjadi hak seseorang yang senantiasa menyerahkan diri kepada Allah dan membersihkan hatinya jauh dari mengandalkan kepada yang selain Allah. Dan ketawakkalannya itu tidak mengabaikan kepentingan- kepentingan mahluk Allah yang menjadi tamnggung jawabnya dengan alasan tawakkal.

Rasulullah SAW bersabda :

Artinya :
“Cukup dikatakan berdosa, orang yang mengabaikan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.”

Ketahuilah, sesungguhnya menabung dan mengobati penyakit pada dasarnya kedua-duanya tidak akan mengotori ketawakkalannya seseorang, sepanjang ia mengetahui dengan yakin bahwa yang memberikan kekayaan, kemanfaatkan dan kemudaratan, hanyalah Allah SWT semata. Rasulullah SAW, menabung untuk keluarganya, menunjukan hukum jawaz (boleh dilakukan). Sementara untuk Rasulullah Allah SAW sendiri, beliau tidak menabung sedikitpun demi masa depannya. Mungkin ada orang lain yang menabung untuk beliau, tetapi ketika mengetahuinya, beliau mencegahnya.

Rasulullah SAW pernah ditanya tujuh puluh ribu orang yang masuk surga dari umatnya tanpa hisab, lalu beliau bersabda :

Artinya :
“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta kesembuhan dengan mantra dan tidak pula dari tabib, tidak pula percaya dengan suara burung-burung, mereka adalah orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan mereka.”

Bagi orang yang berserah diri dengan benar, terdapat tiga tanda, yaitu :
1.Ia tidak berharap dan tidak pula takut, kecuali kepada Allah. Hal itu ditandai dengan keberaniannya dan menyampaikan kebenaran kepada orang yang pada umumnya berharap dan takut makhluk seperti para penguasa dan sultan.

2.Didalam hatinya tidak terbesit keresahan berkaitan dengan rezki, ia percaya sepenuhnya terhadap jamianan Allah. Ketenangan hatinya di saat tidak adanya sesuatu yang ia butuhkan, sama seperti ketika ada, atau bahkan lebih kurang.

3.Hatinya tidak goyang akan muncul sesuatu yang menakutkan, kerena ia tahu, bahwa apa yang luput darinya tidak akan mengenainya dan yang mengena padanya, tidak akan luput dari padanya. Hal ini hampir mendekati sesuatu yang di ceritakan tentang Syeh Abdul Qadir Jailany. Bahwa ia berbicara di atas mimbar kehormatan, ada seokor ular jatuh pada dirinya, kemudian pada hadirin berlarian untuk mengindari ular tersebut, lalu ular tersebut merayap di leher Syeh dan masuk dari salah satu lengan bajunya, kemudian keluar dari lengan yang lainnya. Dengan tenang ia tidak gemetar dan tidak menghentikan pembicaraannya. Pernah juga ditanyakan suatu ketika kapada salah seorang Syehk yang lain: “Bagaimana pendapat anda, suatu saat datang binatang buas hampir saja memakan dirinya, akan tetapi binatang tersebut tidak sama sekali menggigitnya ? : Syehk tadi menjawab : ”Cara menangkal binatang buas adalah dengan ilmu. Cukuplah Allah sebagai pelindung dan sebaik-baik tempat berserah diri.

Posting Komentar